Tribratanewspurworejo.com- Toko Tani Indonesia (TTI) adalah salah satu program pertanian pemerintah lewat Departemen Pertanian untuk memangkas rantai pasok bahan pangan. Kamis 14/12/2017 siang.  Kanit Binmas Aiptu Sugiyarto dan Babhinkamtibmas Aiptu Jumadi menghadiri kegiatan sosialisasi Toko Tani Indonesia di Toko Siti Juariyah Kelurahan Sucejurutengah Rt08/ Rw 02 dengan prodok pertanian beras dengan harga Rp.8.000/ Kg dengan harga subsidi, beras di subsidi dari Gapoktan Ngudi Makmur dari Kedungsari Butuh .

Program ini membawa misi untuk melindungi produsen dari jatuhnya harga dan disisi lain, melindungi konsumen dari tingginya harga pangan sehingga tercipta tata niaga pangan yang berkeadilan. Toko Tani Indonesia mengubah struktur pasar dengan menjaga keseimbangan antara petani, pedagang dan juga konsumen. pedagang eceran – konsumen akhir. Rantai pasok pangan yang semula dikendalikan oleh 7 – 8 pihak dipangkas menjadi 3 – 4 pihak saja. Struktur yang panjang seperti ini menunjukkan tidak efesiensinya tata niaga pangan.
Tata niaga pangan baru yang ditawarkan kementrian pertanian ini adalah membawa petani menyalurkan produk pertanian ke Gapoktan – Toko Tani Indonesia (TTI) dan akhirnya kepada konsumen. Diiharapkan dengan sistem seperti ini konsumen mendapat harga yang wajar dan petani dapat tetap memperoleh keuntungan.

Semoga perogram pemerintah lewat gebarakan program Toko Tani Indonesia (TTI) ini dapat berdampak positif bagi petani, konsumen dan semua lapisan masyarakat Indonesia, dengan tidak melupakan aspirasi dari importir, distributor dan agen.

( humas byn )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.