Polres purworejo polda jateng tribratanewspurworejo.com

Waka polsek Loano Iptu Supriyatin dan Anggotanya pengamanan pada hari Rabu tgl 22 Januari 2020 pukul 09.30 Wib s/d 11.30 Wib di Aula Kec Loano Kab Purworejo masyarakat tridadi dusun tedunan mendatangi kantor kecamatan loano untuk menyampaikan Audensi atau aspirasi tentang kesepakatan yang dulu pernah di sampaikan di Kecamatan yang belum terselesaikan.

@. Hadir dalam giat tersebut :

  • Camat Loano Laksana Sakti AP.MSi.
  • Kapolsek Loano diwakili Waka Polsek
    Loano Iptu Supriyatin.
  • Peltu Handri Subagio
  • Pj Kades Suyanto
  • Manten Kades 2007 Bp. Bazari.
  • Kadus Tedunan Bp. Suhartoyo
  • Ketua BPD Bp. Hakim Fauzi.
  • Waga Tedunan sekitar 70 orang.

@. Sambutan Manten Kades 2007 Bpk . Bazari menyampaikan :

  • karena dana yang sebanyak itu tidak disampaikan atau diberitahukan kepada masyarakat sehingga masyarakat kecewa
  • Karena proyek Dana Desa tahun 2016, 2017, dan sepace tidak sesuai dengan program awalnya setelah jalan jadi pada bulan rendeng sampai sekarang jalannya sudah rusak lagi.
  • Karena kejadian ini saya minta pada Camat Loano jangan sampai kejadian itu terulang lagi.

@. warga An. Wahid Dsn Tedunan DscTridadi menyampaikan :

  • Bentuk pertanggungjawaban Bp.H. Asrudin waktu menjabatb kades karena dari warga masyarakat sudah mengetahui permasalahan2 yang harus ditanggung oleh H Asrudin.
  • Ingin belajar tentang surat pernyataan bermaterai itu ada kekuatan hukum atau tidak.

@. Sambutan Camat Loano Laksana Sakti AP.MSi. menyampaikan :

  • Saya minta kegiatan ini dibikin adem ayem jangan sampai mengembang.
  • Regulasi bahwa pengawasan pemerintahan ada 2 yaitu : 1. APH (Aparat Penegak Hukum) itu dari kepolisian dan kejaksaan, APH bisa berjalan atas aduan masyarakat (Korupsi). 2. APiP (Aparat Atasan Interen Pemerintah)itu adalah Inspektorat didampingi oleh jaksa
  • Di tahun 2019 akhir kemarin di loano yang diperiksa Inspektorat didampingi oleh jaksa an ada 2 Desa dan yang periksa itu tidak sama kecamatan satu dengan yang lain.
  • Pemeriksaan Inspektorat didampingi jaksaan itu ada temuan indikasinya yaitu kerugian negara.
  • Untuk proses nya tidak langsung keluar LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) yang ditandatangani oleh Bupati.
  • Selama LHP belum terpenuhi harus menindak lanjuti selama 60 hari dan apabila tidak bisa memenuhi akan di serahkan ke pihak yang berwajib.
  • tgl 17 Des 2019 bahwa warga Tedunan menuntut atas kekurangan anggaran Dusun sejumlah Rp.33.000.000,- (Tiga puluh tiga juta rupiah) dan dari Muspika dan beberapa anggota Polsek/Koramil ikut mefalitasi biar semua jelas dan itu dituangkan dalam pernyataan dan memang dalam pernyataan itu MENGAKUI SEMUA YANG DILAKSANAKAN TIDAK SESUAI DENGAN REGULASI dan sanggup akan mengembalikan dan tanggal 24 Desember 2019 dan waktu yang ditetapkan yang bersangkutan tidak bisa memenuhi kewajibannya.
  • tgl 9 Januari 2020 yang intinya menayakan kembali namun yang bersangkutan tetap juga tidak bisa memenuhi kewajibannya.

@. Sambutan Waka Polsek Loano Iptu Supriyatin menyampaikan :

  • Polri wajib melindungi masyarakat yg melakukan penyampaian aspirasi.
  • Polsek berterima kasih selama ini warga masih bisa menjaga keamanan dan bisa tertib.
  • Penyampaian aspirasi tidak dilarang namun juga jangan sampai arogan, melakukan penyimpangan dan yg paling penting ikuti prosedur yg ada.

@. Kendaraan yg digunakan :

  • 1 Truk AA 1581 MD.
  • 1 AA 8825 ML
  • 40 Spd motor roda 2.
    @. Alat peraga : Nihil

@. Pengamanan ;

  • 10 pers Polsek Loano.
  • 5 pers Koramil

Kapolres purworejo Akbp Rizal Marito SIK.SH.M.Si melalui kapolsek loano Akp Karnoto SH.menyampaikan terima kasih kepada anggotanya yang telah melaksanakan pengamanan sehingga berjln lancar dengan Aman lancar dan Kondusif.

Dump.humas loano