Sabtu, September 24, 2022
BerandaTak BerkategoriWarga Desa tapen Meninggal Dunia tersambar petir saat sedang Ndaut benih padi,...

Warga Desa tapen Meninggal Dunia tersambar petir saat sedang Ndaut benih padi, Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas Polsek Pituruh mendatangi TKP

Polres Purworejo Polda Jateng – tribratanewspurworejo.com – Musim tanam padi tersambar petir saat sedang mencabuti benih padi / ndaut di sawah, Deni Iskandar (32) warga Desa Tapen Rt.02, Rw.02, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo sore hari kemarin Selasa 26/4 kurang lebih jam 16.00 WIB dilaporkan meninggal dunia. sekitar pukul 16.20 WIB Bhabinkamtibmas Bripka Wahyu Hidayat mendapat informasi bahwasanya ada warga Desa Tapen meninggal dunia tersambar petir, selanjutnya Bripka Wahyu Hidayat bersama Kanit Reskrim Aipda Weko Prianto dan Briptu Agus Permadi mendatangi TKP guna olah TKP dan menghubungi Petugas Medis Guna Autopsi.
Dari keterangan yang didapat diketahui saat itu korban kurang lebih pukul 14.00 WIB bersama saudara Ngadiman sedang Ndaut/mencabuti bibit padi disawah sebelah selatan jalan Desa Tapen, kec. Pituruh, Kab. Purworejo, selanjutnya kurang lebih pukul 16.00 Wib cuaca hujan deras disertai angin dan sambaran kilat dan petir, kemudian dari jarak kurang lebih 7 ( Tujuh ) meter saudara Ngadiman melihat sambaran petir yang tiba2 dan langsung mengenai tubuh korban sehingga mengakibatkan tubuh korban langsung jatuh tertelungkup di sawah tersebut . Kemudian saudara Ngadiman yang berjarak 7 meter menolong korban yang sudah lemas dan tidak bergerak lagi bersama saudara Agus dan masyarakat lainnya yang masih berada di sawah untuk dibawa pulang kerumahnya. Selanjutnya setelah korban sampai dirumahnya terhadap tubuh korban dilakukan pemeriksaan oleh Bidan Desa ibu Subarni AMd. Keb dengan hasil terdapat luka bakar ( gosong ) dibagian dada hingga perut, luka robek gosong di pelipis sebelah kiri kurang lebih 2 ( dua ) cm, mengeluarkan air mani pada kemaluannya serta tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban dan oleh Bidan Desa Subarni AMd. Keb, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tersambar petir, kemudian setelah selesai dilakukan pemeriksaan medis jenasah korban di serahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan selanjutnya keluarga korban menerima bahwa kejadian tersebut adalah sebagai musibah dan membuat surat pernyataan tidak akan meminta pihak Kepolisian untuk dilakukan outopsi.

Kapolres Purworejo AKBP Fahrurozi,SIK,MM melalui Kapolsek Pituruh AKP Saptohadi, S.Pd., SH., MH menyampaikan bahwasanya saat sekarang ini curah hujan masih cukup tinggi disertai angina dan petir hujan saat ini sdan banyaknya kejadian orang meninggal karena tersambar petir, untuk itu Kapolsek menghimbau kepada warga masyarakat hendak segera meninggalkan area persawahan bilamana hujan mulai turun terlebih disertai angina dan petir guna menjaga keselamatan pungkasnya.

binmas pituruh

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments